Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Silaturahmi dengan MUI Kota Bekasi; Alumni PKU Kabupaten Bogor Sudah Masuk Kepengurusan

Setiap tahunnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mengucurkan dana hibah sebesar Rp20 juta per kecamatan. Sedangkan ke desa, besarannya Rp1 juta per tahun. Dana ini seluruhnya digunakan untuk kebutuhan dan keperluan bagi perkembangan MUI setempat.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor jangan sampai pecah, harus kompak, jangan mau diadu domba. Kemungkinan pada Maret 2021 akan ada Musyawarah MUI Jabar. Persoalan Ahmadiyah di Kabupaten Bogor adalah sesat dan menyesatkan, dan dilarang di Kabupaten Bogor,” ujar KH Ahmad Mukri Aji selaku Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor yang juga Wakil Ketua Gugus Covid-19 saat menerima silaturahmi dengan MUI Kota Bekasi, Kamis (10/9).
Dijelaskannya, para alumni PKU (Pendidikan Kader Ulama) saat ini sudah mulai masuk ke pengurusan MUI Kabupaten Bogor. Persyaratannya minimal S1 dengan 42 mata kuliah, seperti Al Islam, paham-paham sesat, dan lainnya. Dan pihaknya sudah melakukan PKU sejak 2006. Yang cukup berat dalam PKU ini adalah kehadiran maksimal tiga kali tidak masuk, akan langsung dinyatakan gugur.
“Untuk seleksi PKU dilaksanakan secara lisan dan tulisan. 10. Sebelum PKU, Ada juga PDU (Pendidikan Dasar Ulama). Jadi, mereka ini semuanya ada kurikulum dan silabusnya. Alumni PKU sudah banyak dan ada dimana-mana, ada follow-up, dan ada yang bisa menulis, akhirnya ada sebuah majalah Kalam Ulama yang dikelurkan MUI Kabupaten Bogor. Semua peserta ‘dikawal’ dari awal. Pelaksanaannya pada hari setiap Sabtu – Minggu, dengan masa kuliah 4 bulan,” lanjut Aji.

Awalnya, PKU dikelola pengurus MUI, namun kini oleh alumni PKU. Dalam hal seleksi, dilaksanakan dengan metode tes tulis 100 soal dan tes lisan empat putaran (Wawasan, Bahasa Arab, Al Quran, Motivasi). Kampusnya di Yayasan Dharmais.
“Yang mengajar ada 60 ulama, terdiri dari cendikia dan ulama. Ada 17 Jenis tugas bagi peserta, misalnya resume, resensi buku, dan lainnya. Sabtu masuk dimulai pukul 08.00 langsung stadium general, setelah itu mata kuliah yang rutin. Satu minggu bisa delapan mata kuliah. Ada juga kegiatan out campus bagi peserta yaitu peduli lingkungan, bedah kampung, dan kunjungan ke tokoh-tokoh. Ada juga alumni (MUI Goes to School) tentang pembinaan ajaran sesat di sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor,” papar Aji.
Selain itu, ada juga penggolongan kurikulum yaitu Wawasan Islam, Keindonesiaan, Ke-Jawabaratan, Ke-Bogoran. Untuk output peserta sudah banyak, dan ada tugas yang khusus mengawal Bupati yang berkaitan dengan visi, agama, dan budaya. Rata-rata satu angkatan pelaksanaan PKU menghabiskan dana sebesar Rp400 juta untuk masa empat bulan.
Diakuinya, saat ini dana hibah dari Pemkab Bogor sebesar Rp3,5 miliar per tahun. Setiap bulan peserta diberi uang saku Rp300 ribu. (zas)

Total Views: 162 ,
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita

JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahudin Al-Aiyub menyampaikan bahwa kolaborasi untuk meningkatkan perekonomian sudah difungsikan oleh...

MUI PUSAT

■ Oleh: Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation OPINI, muisulsel.com — Manusia itu lemah. Salah satu kelemahan manusia adalah terbatas oleh banyak batas-batas kemanusiaan itu...

Berita

JAKARTA – Bank Indonesia melakukan upaya mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah bagi kemaslahatan umat. Salah satu caranya melalui pengembangan digitalisasi. Demikian disampaikan oleh Gubernur...

MUI PUSAT

■ Oleh: Dr KH M Asrorun Ni’am MA, Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat OPINI, muisulsel.com — Pendidikan karakter pada anak harus sesuai dengan zamanya,...