Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Kiai Ma’ruf akan Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban di Munas MUI 2020

Jakarta – Ketua Umum MUI non-aktif KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa pada Musyawarah Nasional (Munas) MUI nanti, dirinya akan melaporkan laporan pertanggung jawaban selama lima tahun memimpin MUI sejak 2015.

Munas MUI sendiri kemungkinan besar akan dilaksanakan pada tanggal 25-28 November secara online atau daring.

“Kita dalam Munas itu harus bisa menyampaikan hasil-hasil yang kita lakukan selama ini, sebagai persembahan yang nantinya supaya bisa dilanjutkan atau diestafetkan,” ujarnya saat hadir dalam rapat Pimpinan Harian MUI, Selasa (29/09) lalu.

Dikatakannya, MUI dalam Munasnya nanti harus menyiapkan laporan mengenai program dan kebijakan yang sudah dikerjakan selama periode ini serta kemungkinan apa yang sebaiknya dilakukan di periode berikutnya juga harus tersusun dalam laporan itu.

Dikatakannya, ketika pengurus baru MUI terpilih di Munas nanti, laporan itu bisa menjadi bahan penyempurnaan kinerja MUI periode berikutnya agar berkesinambungan.

“MUI sejak awal sudah punya semua landasan-landasan, semua mabadi’-mabadi’nya dan kita harus menjaga konsistensi itu, menjaga istiqomahnya, menjaga thoriqoh nya, dengan itu maka kita harapkan akan ada kemajuan yang lebih berarti,” paparnya.

Kelanjutan cita-cita dan perjuangan MUI itu, tutur Kiai Ma’ruf, tidak lepas dari kekompakan pengurus MUI sekalipun berasal dari ormas yang beraneka ragam.

Ia menyontohkan, sejak awal di MUI, di zaman kepemimpinan KH Hasan Basri, Kiai Ma’ruf melihat keputusan-keputusan MUI selalu disepakati bersama, termasuk fatwa-fatwanya. Dengan corak latar belakang pengurus MUI yang beraneka ragam, kesepakatan bersama ini merupakan keistimewaan MUI. Keunggulan seperti ini, menurutnya, harus terus dijaga.

“Terus terang di Komisi Fatwa, sejak saya jadi Ketua Komisi Fatwa, selalu keputusan yang lahir adalah muttafaqun alaih. Artinya tidak ada pihak-pihak yang kemudian menyatakan ketidaksepakatannya, dan ini harus dijaga,” ungkapnya.

“Karena itu, semua ini harus menjadi bagian yang harus kita sampaikan nantinya kepada peserta Munas dan juga langkah-langkah yang sudah kita lakukan,” paparnya. (Azhar/Anam)

Total Views: 21 ,
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita

JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahudin Al-Aiyub menyampaikan bahwa kolaborasi untuk meningkatkan perekonomian sudah difungsikan oleh...

MUI PUSAT

■ Oleh: Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation OPINI, muisulsel.com — Manusia itu lemah. Salah satu kelemahan manusia adalah terbatas oleh banyak batas-batas kemanusiaan itu...

Berita

JAKARTA – Bank Indonesia melakukan upaya mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah bagi kemaslahatan umat. Salah satu caranya melalui pengembangan digitalisasi. Demikian disampaikan oleh Gubernur...

MUI PUSAT

■ Oleh: Dr KH M Asrorun Ni’am MA, Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat OPINI, muisulsel.com — Pendidikan karakter pada anak harus sesuai dengan zamanya,...