Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Webinar MUI Jatim, Dirut RSUD Dr Soetomo: Ada Titik Terang Namun Perang Lawan Covid-19 Belum Selesai

JAKARTA –Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya dokter Joni Wahyuhadi menyampaikan bahwa saat ini mulai ada titik terang penanganan Covid-19 di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Namun, kata dia, selama vaksinasi belum sukses berjalan, maka perang melawan Covid-19 belum selesai.

Dari data rumah sakit di Jawa Timur, dia menyampaikan, jumlah ketercukupan tempat tidur pasiean di rumah sakit semakin banyak, baik itu untuk ICU maupun ruang isolasi. Jumlah rasio tempat tidur juga semakin menurun. WHO menyarankan batas aman rasio tempat tidur adalah 60%, sementa di Jawa Timur sudah 53%, sementara untuk ruang isolasi menurun ke 38%. Angka ini jauh dari angka sebelumnya yang mencapai 70% bahkan 100%.

“Walaupun ada titik terang, tetapi semua harus terus berjuang, jangan menyerah, jangan terserah, senjata yang paling utama adalah vaksin, menjaga kebugaran tubuh, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujarnya mewakili Gubernur Jatim saat memberikan sambutan dalam Webinar MUI Jatim “Vaksinasi: Antara Kebutuhan Medis dan Kewajiban Agama”, Senin (02/03) malam.

Dokter ahli bedah syaraf ini menyampaikan, di Jawa Timur sendiri, saat ini sudah ada 38 Kabupaten/Kota yang melaksanakan vaksinasi. Dinas Kesehatan Jawa Timur saat ini sudah melatih petugas vaksinasi sebanyak 15.119 orang yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Sehingga untuk saat ini, kapasitas vaksinator tidak perlu diragukan.

“Cakupan vaksinasi ini, dari berbagai macam metode yang diusulkan, salah satunya adalah metode klastering, namun karena keterbatasan jumlah vaksin, maka memakai metode prioritas, orang-orang yang sangat riskan didahulukan, karena itulah protokol kesehatan harus terus dilksanakan,” ujarnya.

Sambil menunggu vaksinasi menyeluruh, dia menuturkan, Pemprov Jawa Timur terus mengupayakan penekanan laju penularan Covid-19 dengan isolasi level RT atau PPKM Mikro. Pada setiap RT dikategorikan menjadi zona hijau, kuning, orange, dan merah. Ketika ada 10 lebih yang positif, maka langsung dilakukan tindakan isolasi untuk mencegah penularan ke RT lain.

“Hasilnya, kalau kita melihat kasus tambahan dari hari ke hari, cenderung menurun, demikian juga dengan PPKM Mikro 1 dan Mikro 2 penurunannya cukup signifikan. PPKM Mikro dan Vaksin insyaallah bisa menyelesaikan ini. Kalau tidak, maka pilihan natural herd immunity akan terjadi dan itu tidak kita kehendaki,” ujarnya. (Azhar/Din)

Total Views: 204 ,
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud menutup rangkaian kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) kedua MUI dengan mengajak para...

Berita

JAKARTA— Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-2 MUI berjalan dengan lancar dan sukses dengan melahirkan sejumlah rekomendasi penting, salah satunya menyoroti persiapan umat hadapi Pemilu...

Berita

JAKARTA—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud memberikan penjelasan terkait dengan hasil rekomendasi Mukernas ke-2 yang menyoroti soal pemilu 2024. Kiai...

MUI PUSAT

Surabaya, MUIJatim.or.id Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2022 digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta yang dibuka langsung oleh...