Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Melalui Webtalk, KPRK MUI Meriahkan Hari Anak Nasional 2021

JAKARTA — Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK MUI) akan menyelenggarakan Webtalk Hari Anak Nasional (HAN) dengan tema Anak Indonesia Sholeh, Sehat, Kreatif Dan Peduli Sesama secara virtual, Sabtu (31/07).
Webtalk HAN tahun ini, menurut Ketua MUI Komis PRK, Dr Siti Ma’rifah, diselenggarakan untuk membuktikan bahwa anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan dapat tetap bergembira bersama dari rumah masing-masing.

“Anak di manapun berada, baik di perkotaan maupun di pedesaan, harus tetap tumbuh dan berkembang, meningkatkan kualitas hidup serta menjadi anak yang sholeh, sehat, kreatif dan peduli sesama,” katanya, Rabu (28/07).

Melalui kegiatan yang akan dihadiri oleh 300 peserta dari unsur pengurus 34 KPRK MUI wilayah, dan juga beberapa anak-anak dari berbagai lembaga, ia berharap, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemenuhan Hak Anak merupakan kewajiban konstitusional negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua.

“Ada hak anak yang harus mereka penuhi agar anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang berkualitas, berakhlak mulia, sehat jiwa raga, dan berdaya saing tinggi,” tuturnya.

Dr Siti juga berharap Webtalk ini bisa mengedukasi kepada para peserta agar mampu menyediakan sarana terbaik bagi anak-anak untuk bermain bersama secara virtual dan tidak membosankan.

“Supaya mereka bisa menyerap nilai ketakwaan, menjadi lebih kreatif, cerdas, mandiri sejak dini, serta menimbulkan rasa peduli terhadap kesehatan dan peduli kepada sesama,” ungkapnya.

Dia mengingatkan bahwa pembentukan karakter anak dalam rangka pemenuhan hak anak merupakan kewajiban kita semua, karena anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis, dan pada setiap anak terdapat ciri serta sifat yang unik.

“Salah satu faktor signifikan dalam pembentukan karakter anak yakni adanya keluarga dan lingkungan yang ramah dan peduli anak, mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” kata dia.

Nantinya, kata dia, masa depan bangsa berada di tangan anak-anak saat ini. Semakin baik karakter anak, maka semakin baik pula kehidupan berbangsa.

“Merujuk pada QS Al-Kahfi ayat 46, bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, inilah yang harus kita persiapkan. Menaruh kepedulian pada proses tumbuh kembang anak sehingga anak akan mengerti bagaimana cara bertindak dan bersikap,” ungkapnya. (Nurul/Din)

Total Views: 517 ,
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi Infokom MUI, Ismail Fahmi, Ph.D. menyebut media sosial harus diisi dengan konten moderasi dan Islam wasathiyah. Hal ini ia...

Berita

 JAKARTA—Staf Ahli Utama Kantor Sekretariat Presiden, Dr Rumadi, menyatakan politik identitas memang tidak dilarang dan diharamkan di Indonesia, tetapi politik identitas tersebut jangan sampai...

Berita

JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi menegaskan bahwa metode dakwah harus menyesuaikan perkembangan digital. Beliau menuturkan bahwa saat...

Berita

JAKARTA— Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Berita duka kembali datang dari salah satu ulama Alawiyah. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habib...