Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Sukses Kembangkan Ekonomi Kabupaten, Azwar Annas: Kuncinya di Affirmative Action Pemerintah

Mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Annas, berbagi kisah sukses mengembangkan ekonomi di level kabupaten yang dipimpinnya selama dua periode mulai tahun 2010 sampai 2020. Menurutnya, kunci dari pengembangan ekonomi di level kabupaten adalah adanya affirmative action dari pemerintah kabupaten.

“Beberapa kebijakan dan langkah afirmatif yang kita buat sesuai dengan Deklarasi Aksi Ekonomi Nomor 457. Teori kita banyak tetapi afirmasi kebijakan banyak tidak terukur. Kebijakan afirmatif yang terukur itulah yang dapat dikerjakan pemimpin lokal,” ujar pria yang digadang-gadang menjadi Ketua Badan Otoria Ibu Kota Baru ini, Jumat (10/12) di Hotel Sultan, Jakarta dalam Kongres Ekonomi Umat II.

Dia mencontohkan, beberapa langkah afirmasi yang dilakukannya adalah melarang berdirinya Alfamart dan Indomaret selama sepuluh tahun. Dia menilai, berdasarkan survei yang dia terima, kehadiran satu alfamart dan Indomaret akan mematikan tiga puluh warung di kanan kirinya.

“Salah satu langkah afirmasi kami adalah melarang pasar modern dan mall berjejaring ada di Banyuwangi. Pasar modern dan mall buka sampai 24 jam bahkan dengan modal yang cukup, maka yang terjadi adalah warung-warung atau pasar tradisional akan gulung tikar,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, selama ini mall seolah menjadi simbol kemajuan daerah secara kasat mata. Padahal, ujar dia, kehadiran mall tersebut seringkali tidak memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada daerah bersangkutan.

Dengan status Banyuwangi sebagai salah satu ikon pariwisata yang mulai bergeliat, Anas menyampaikan, ada pelarangan pembangunan hotel bintang tiga ke bawah dibangun di banyuwangi. Dengan begitu, maka pasar hotel bintang tiga ke bawah diisi oleh masyarakat banyuwangi yang menyediakan homestay murah.

“Homestay kami tumbuh lebih dari 600 di Banyuwangi. Selama ini kami melihat dalam pembangunan pariwisata, rakyat lebih banyak menjadi penonton dan investor kerap menjadi raja di tempat wisata,” ujarnya.

Kebijakan-kebijakan afirmatif dari pemerintah seperti itulah yang menurut Anas perlu ditiru kepala daearh yang lainnya. Dia menilai, yang lebih penting dari pertumbuhan ekonomi adalah pemerataan ekonomi. Karena itu, pemerataan ekonomi Indonesia bisa dimulai dengan mengembangkan ekonomi pada setiap daerah utamanya di level kabupaten/kota.

“Sekarang tinggal bagaimana MUI mendorong teman-teman di daerah mengeluarkan keputusan di tingkat lokal yang memberikan afirmasi agar ekonomi umat kita bisa bertahan dan tumbuh dengan baik,” ujar suami Bupati Banyuwangi periode 2020-2025 ini. (Abi Rachman/Azhar)

Total Views: 224 ,
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

MUI PUSAT

muisumut.com. Medan,-Gubernur Sumuatera Utara H. Edy Rahmayadi, menyebutkan tuntutan Jaksa Penutut Umum  (JPU) Andri Rica Manurung  pada persidangan Pengadilan Negeri Rantau Prapat, (19/1) terhadap...

MUI PUSAT

Minyak bekas menggoreng acap dibuang menjadi limbah. Namun jika menjadi limbah buang mencemari lingkungan. Mengurangi dampak lingkungan dari minyak bekas gorengan (jelantah) Lembaga pemuliaan...

MUI PUSAT

Pelatihan Aquaponik dan Urban Farming Kolaborasi Yoga Farm dan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup-Sumber Daya Alam, Majelis Ulama Indonesia (LPLH-SDA) MUI Prov. Bali, Sabtu 28/8/21...

MUI PUSAT

Muisumut.com – Muzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara yang diselenggarakan Bidang Fatwa menarik perhatian banyak peserta. Muzakarah yang berlangsung di Aula MUI Sumut,...