Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

MUI Akan Merangkul Umat Islam yang Tidak Berafiliasi dengan Ormas

JAKARTA – Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI) pusat KH Masuki Baidlowi menjelaskan, salah satu tantangan MUI saat ini adalah merangkul sekitar 30% umat Islam di Indonesia yang tidak berafiliasi dengan ormas-ormas Islam. Hal ini ia ungkapkan dalam kegiatan Halaqah Pimpinan Media Masa MUI Pusat secara daring, Kamis (03/12/2020).

Angka 30% ini merupakan hasil survey dan menurutnya cukup signifikan. Peran MUI sangat diperlukan agar bisa menyatukan semuanya ke dalam satu visi bangsa.

Kalangan masyarakat tanpa ormas ini mayoritas diantaranya adalah kalangan milenial, menurut data lebih memilih berguru atau mencari ilmu keIslaman melalui tokoh-tokoh idolanya terutama tokoh-tokoh agama yang melakukan dakwah melalui jalur dunia maya atau media sosial.

“Kalangan millenial itu justru masa depan kita. Kalau misalnya yang mereka serap keilmuannya itu dari media sosial yang memiliki paham-paham yang keras, ini yang saya kira menjadi garapan terbesar MUI,” kata KH Masuki Baidlowi.

Selain mengaktifkan dakwah digital dan media sosial, untuk merangkul masyarakat non-ormas diperlukan upaya nyata, antara lain melibatkan pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa peran pondok pesantren dan perguruan tinggi sangat diperlukan sebagai langkah dalam mewujudkan cita-cita bangsa, yakni Islam wasathiyah.

“Setiap Munas, MUI selalu mengundang Pesantren sebagai sebuah perwakilan formatur dan perguruan tinggi juga diundang, karena ini semua ini menjadi pilar-pilar dalam Islam wasathiyah itu,” ungkapnya.

Tercacat bahwa populasi pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam di Indonesia mencapai angka ribuan, dan ini merupakan angka terbesar diantara negara-negara Muslim lainnya di dunia. Perguruan tinggi islam juga terus berkembang.

Menurutnya, MUI memiliki tantangan besar ke depan agar seluruh pesantren dan perguruan tinggi Islam ini mampu terintegrasi dan bergerak pada orientasi yang selaras dengan tujuan Islam wasathi. “Nah ini kan pilar-pilarnya itu sudah ada, tinggal belum tertata dan inilah tugas yang perlu dibangun oleh MUI,” kata dia. (Nurul/Anam)

Total Views: 362 ,
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

MUI PUSAT

Oleh: Dr Agus Hermanto MHI, pengurus MUI Provinsi Lampung (الخطبة الأولى) السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ...

Berita

JAKARTA, MUI.OR.ID- Salah satu pengalaman biologis perempuan adalah melahirkan, dimana dalam prosesnya terdapat darah yang dikeluarkan baik sebelum, saat proses melahirkan, maupun sesudahnya. Jika...

Berita

JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis PhD, menegaskan pentingnya pendidikan politik kepada umat agar gelaran...

Berita

JAKARTA, MUI.OR.ID — Ketua Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme (BPET) MUI, Muhammad Syauqillah, mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya teror dengan menebar narasi positif di...